Antibiotik Azithromycin Meningkatkan Resiko Kematian dan Gangguan Aritmia Jantung - Hanif Web | Hanif Web

You are here: Homepage » Kesehatan » Antibiotik Azithromycin Meningkatkan Resiko Kematian dan Gangguan Aritmia Jantung

Antibiotik Azithromycin Meningkatkan Resiko Kematian dan Gangguan Aritmia Jantung

May 25th, 2014 0 Comments

Sebuah penelitian di AS menunjukan penggunaan antibiotik Azithromycin meningkatkan resiko kematian dan aritmia jantung pada lima hari pertama terapi. Padahal Azithromycin (Zithromax/Zmax) merupakan antibiotik yang jarang mengakibatkan alergi, sehingga banyak digunakan. Benarkah demikian?

 

Penelitian kohort tersebut melibatkan partisipan dalam jumlah besar, hampir 1,6 juta data peresepan antibiotik  dan dilakukan di beberapa fasilitas kesehatan milik US Veterans Affairs (Departemen Urusan Veteran AS) .

 

Hasil analisis dari penelitian tersebut menunjukan lansia (veteran) yang mendapatkan pengobatan Azitromisin memiliki risiko kematian  48% dan risiko aritmia jantung 77% lebih tinggi pada lima hari pertama pengobatan bila dibandingkan dengan pasien lansia yang hanya mendapatkan terapi pengobatan amoksisilin.

 

Bahkan pasien lansia yang mendapatkan terapi pengobatan antibiotik Levofloxacin memiliki resiko kematian dan aritmia jantung  149% dan 143% lebih tinggi pada lima hari pertama pengobatan bila dibandingkan dengan pasien yang diobati antibiotik amoksisilin.

 

Temuan dalam penelitian ini sangat penting karena menurut Dr Scott Strayer (University of South Carolina) di AS antibiotik Azithromycin sering diresepkan pada pasien yang sebenarnya tidak harus mendapatkan terapi pengobatan antibiotik.

 

Lebih lanjut Dr Scott Strayer menjelaskan “Jika kita berasumsi bahwa 50% dari 40 juta resep azitromisin pada tahun 2011 sebenarnya tidak diperlukan pasien, maka berdasarkan data, cukup beralasan untuk memperkirakan 4560 kematian disebabkan oleh antibiotik ini”

 

Bahkan secara spesifik Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat pada tahun 2013 memperingatkan bahwa Azitromycin menyebabkan gangguan jantung yang dapat dilihat pada pemeriksaan EKG berupa pemanjangan interval QT  dan memicu torsades de pointes. FDA menyebutkan bahwa resiko ini didapatkan pada pasien lansia dengan riwayat gangguan jantung maupun pasien yang sedang menjalani pengobatan anti aritmia jantung, pasien dengan bradikardi (nadi kurang dari 60 kali permenit) dan pasien dengan kadar kalium darah dibawah normal (hipokalemi).

 

Pada terapi rasional saja, pasien lansia dengan pengobatan azitromisin dan levofloksasin tetap mengalami peningkatan resiko kematian dan gangguan aritmia jantung. Apalagi bila antibiotik tersebut digunakan secara sembrono dan tidak rasional. Sehingga penggunaan antibiotik yang berlebihan atau pada pasien yang sebenarnya tidak memerlukan terapi antibiotik haruslah dihindari.

 

Lebih spesifik, penggunaan antibiotik Azithromycin dan Levofloxacin perlu dihindari pada pasien dengan aritma jantung, bradikardi dan hipokalemi.

 

Masyarakat awam seharusnya dicegah menggunakan antibiotik tanpa resep dari dokter atau konsultasi dengan dokter, mengingat resiko kematian dan gangguan aritmia jantung pada beberapa antibiotik yang disebutkan diatas, serta resiko lain (resistensi kuman) yang dapat diakibatkan bila terapi tidak tepat.

 

Pustaka: Charles P. Vega, MD, FAAFP. Another Reason to Limit Antibiotic Prescribing: Cardiac Risks CME. Medscape.org, Maret 2014

Daftar updet via email GRATIS

Ingin mendapatkan updet artikel terbaru Hanif Blog lebih dahulu dari yang lain? Daftar saja disini:

Jangan lupa konfirmasi pendaftaran di emailmu

Leave a Reply to this Post

DMCA.com
Design Tricks-Collections