BLS (Basic Life Support): Beberapa Perubahan dalam Algoritma BLS AHA 2010 - Hanif Web | Hanif Web

You are here: Homepage » Kesehatan, Kuliah Keperawatan » BLS (Basic Life Support): Beberapa Perubahan dalam Algoritma BLS AHA 2010

BLS (Basic Life Support): Beberapa Perubahan dalam Algoritma BLS AHA 2010

May 5th, 2014 2 Comments

BLS (Basic Life Support) sebagai tindakan pertolongan bagi korban yang mengalami proses menuju kematian harus dilakukan segera sebagaimana dijelaskan dalam posting BLS (Basic Life Support) : Kenapa Berubah dari ABC ke CAB?

 

BLS-Basic Life Support-Beberapa Perubahan dalam Algoritma BLS AHA 2010

AHA (American Heart Asssociation) pada 2010 memperbarui algoritma BLS 2005, perbaikan ini untuk meningkatkan efektifitas BLS dan diharap meningkatkan jumlah korban yang tertolong. Berikut beberapa perubahan atau perbaikan dalam  algoritma BLS yang dirilis AHA tahun 2010,

 

  1. Mengenali dengan segera bahwa korban mengalami henti jantung berdasarkan kondisi tidak sadar dan henti nafas (atau bernafas tetapi lemah)
  2. Pengkajian nafas melalui metode “lihat, dengar dan rasakan” atau Look, Listen, and Feel  tidak lagi digunakan dalam algoritma BLS. Pengkajian nafas cukup melalui pengkajian visual. Hal ini bertujuan mengurangi delai untuk kemudian melakukan kompresi dada atau RJP (resusitasi jantung paru) / CPR (cardiopulmonary resucitation)
  3. Petugas kesehatan hanya diberikan waktu 10 detik untuk mengkaji nadi korban, bila dalam waktu tersebut tidak ditemukan nadi maka langsung memulai kompresi dada. Bagi awam tidak perlu mengkaji nadi, korban cukup dianggap mengalami henti jantung bila tidak sadar dan tidak bernafas atau bernafas tetapi lemah
  4. Memperbolehkan penggunaan Hands-Only CPR, yaitu RJP dengan hanya kompresi dada  tanpa nafas buatan bagi penolong yang tidak terlatih
  5. Perubahan alur BLS dari ABC ke CAB. Pada alur BLS CAB kompresi dada didahulukan daripadai pemberian bantuan nafas. Alasan perubahan alur ini sebagaimana dijelaskan dalam post BLS (Basic Life Support) : Kenapa Berubah dari ABC ke CAB?
  6. Petugas kesehatan terus melakukan kompresi dada yang efektif atau RJP sampai kembalinya nadi spontan atau sampai adanya indikasi penghentian upaya resusitasi
  7. Meningkatkan fokus BLS untuk menghasilkan tindakan RJP yang berkualitas tinggi (high-quality CPR).  High-quality CPR  meliputi kompresi dada yang cepat dan dalam (minimal 100 kali per menit dan kedalaman minimal 5 cm pada dewasa), dinding dada kembali ke posisi normal (recoil) secara sempurna sebelum kompresi dada berikutnya, interupsi atau pengehentian kompresi dada minimal, menghindari bantuan nafas terlalu sering (avoid hiperventilation)
  8. Segera dilakukan defibrilasi jantung menggunakan AED (Automatic External Defibrilator)

 

Open for discussion……

Daftar updet via email GRATIS

Ingin mendapatkan updet artikel terbaru Hanif Blog lebih dahulu dari yang lain? Daftar saja disini:

Jangan lupa konfirmasi pendaftaran di emailmu

2 Responses to “BLS (Basic Life Support): Beberapa Perubahan dalam Algoritma BLS AHA 2010”

  1. hendi says:

    “Petugas kesehatan hanya diberikan waktu 10 menit untuk mengkaji nadi korban, bila dalam waktu tersebut tidak ditemukan nadi maka langsung memulai kompresi dada.”

    Kelamaan 10 menit, pasien keburu meninggal.

Trackbacks/Pingbacks

 

Leave a Reply to this Post

DMCA.com
Design Tricks-Collections