BLS (Basic Life Support) : Kenapa Berubah dari ABC ke CAB? - Hanif Web | Hanif Web

You are here: Homepage » Kesehatan, Kuliah Keperawatan » BLS (Basic Life Support) : Kenapa Berubah dari ABC ke CAB?

BLS (Basic Life Support) : Kenapa Berubah dari ABC ke CAB?

April 10th, 2014 0 Comments

BLS (Basic Life Support) atau bantuan hidup dasar adalah tindakan pertolongan yang diberikan sesegera mungkin pada keadaan henti nafas (respiratory arrest) dan henti jantung (cardiac arrest),  bertujuan untuk menghentikan proses menuju kematian.

 

BLS (Basic Life Support)  Kenapa Berubah dari ABC ke CAB

Pada keadaan henti jantung dan henti nafas, suplai darah dan oksigen ke berbagai organ vital terhenti, termasuk otak. Setiap 1 menit sejak henti nafas dan henti jantung tersebut, resiko kematian (yang berarti juga proses menuju kematian) meningkat 10%.

 

10 menit sejak suplai darah dan oksigen terhenti,  sudah cukup bagi otak untuk mengalami kematian jaringan permanen, yang berarti juga kematian bagi pasien atau korban.

 

Sehingga sangat urgent dan penting mengembalikan sirkulasi darah dan oksigen ke otak untuk mencegah proses menuju kematian tersebut.

 

Resusitasi jantung paru (RJP) atau cardiopulmonary resucitaion (CPR)  yang berkualitas mampu menghasilkan 30% cardiac output normal, untuk membantu suplai darah dan oksigen kedalam otak.

 

Perubahan Algoritma BLS AHA dari ABC ke CAB

Tahun 2010 AHA (American Heart Asssociation) memperbarui panduan atau algoritma BLS dari ABC (Airway – Breathing – Circulation) ke CAB (Compression  - Airway – Breathing), perubahan ini menyederhanakan alur BLS sehingga lebih mudah difahami dan dipraktekan, serta menigkatkan keberhasilan tindakan RJP.

 

Beberapa alasan perubahan algoritma BLS dari ABC ke CAB adalah sebagai berikut,

 

Pertama, mayoritas korban atau pasien yang memerlukan RJP adalah korban dewasa yang mengalami henti jantung karena VF (Ventrikel Fibrilation). Tingkat keberhasilan RJP akan lebih baik pada korban dengan kondisi ini bila secepatnya dilakukan kompresi dada (early chest compression) dan defibrilasi otomatis (early defibrillation)

 

Kedua, pada algoritma ABC kompresi dada seringkali tertunda karena pembukaan jalan nafas dan  bantuan nafas relative lebih sulit dan memakan waktu. Padahal semua penolong harus melakukan kompresi dada secepatnya, karena prinsip bahwa jantung tidak boleh berhenti. Sebaliknya, pada alur CAB ventilasi hanya sedikit tertunda oleh 30 kali kompresi dada pada siklus pertama ( kurang lebih 18 detik.

 

Ketiga, beberapa langkah pembebasan jalan nafas dan pemberian nafas buatan lebih sulit bagi awam. Padahal pasien atau korban yang mengalamai henti jantung harus mendapatkan RJP secepatnya dari orangdi sekitarnya. Memulai pertolongan dengan kompresi dada dapat menyederhanakan prosedur agar semakin banyak korban yang tertolong. Setidaknya bagi orang yang enggan melakukan bantuan nafas buatan mulut ke mulut dapat melakukan kompresi dada

 

Open for discussion……

Daftar updet via email GRATIS

Ingin mendapatkan updet artikel terbaru Hanif Blog lebih dahulu dari yang lain? Daftar saja disini:

Jangan lupa konfirmasi pendaftaran di emailmu

Leave a Reply to this Post

DMCA.com
Design Tricks-Collections