Pemeriksaan Tanda-Tanda Vital (TTV) Tubuh (Bagian 1) - Hanif Web | Hanif Web

You are here: Homepage » Kuliah Keperawatan » Pemeriksaan Tanda-Tanda Vital (TTV) Tubuh (Bagian 1)

Pemeriksaan Tanda-Tanda Vital (TTV) Tubuh (Bagian 1)

March 15th, 2014 0 Comments

Pengertian Tanda Tanda Vital Tubuh

Perubahan fungsi tubuh seringkali tercermin pada suhu, denyut nadi, pernafasan dan tekanan darah. Setiap perubahan yang berbeda dengan keadaan normal dianggap sebagai indikasi yang penting mengenai keadaan kesehatan seseorang. Karena itu, keempat komponen ini disebut tanda-tanda vital.

Pemeriksaaan tanda-tanda vital merupakan cara yang tepat dan efisien dalam memantau kondisi klien atau mengidentifikasi masalah dan mengevaluasi respon klien terhadap intervensi yang diberikan. Pemeriksaan tanda-tanda vital memberikan sebagian keterangan pokok yang memungkinkan disusunnya rencana asuhan keperawatan. Selanjutnya, pemeriksaan tanda-tanda vital ini dilakukan dengan jarak waktu tertentu tergantung pada keadaan umum atau kebutuhan klien. Palpasi dan auskultasi merupakan metode pokok yang digunakan untuk mengetahui tanda-tanda vital.

 

Tekanan Darah (Blood Pressure)

Tekanan darah bersama dengan denyut nadi menunjukan kinerja jantung dan pembuluh darah. Tekanan darah terdiri dari tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik.

 

Tekanan sistolik yaitu tekanan tertinggi pada dinding arteri yang terjadi ketika bilik kiri jantung memompa darah pertama kali melalui katup aorta yang terbuka kedalam aorta, dan tekanan diastolic yaitu tekanan yang minimal terhadap dinding arteri, satuan tekanan darah adalah millimeter air raksa (mmHg).

 

Pengukuran tekanan darah yang umum menggunakan metode yang menggunakan manset yang disambungkan ke sfigmanometer. Mekanisme metode ini adalah dengan mendengarkan bunyi koroktoff  pada dinding arteri brakhialis dengan menggunakan stetoskop. Bunyi koroktoff sendiri adalah bunyi gelombang sel-sel darah yang dipompa (saat sistolik) oleh jantung dan mengenai dinding arteri maka timbul bunyi “dug..dug”

 

Faktor-faktor yang menentukan tekanan darah : tolakan peripheral, gerakan memompa jantung, volume darah, kekentalan darah, elastisitas dinding pembuluh darah. Faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya tekanan darah pada orang yangsehat ialah : usia, jenis kelmin, aktivitas, dan emosi.

 

Pengkuran tekanan darah secara umum dilakukan pada daerah arteri brakialis dan tibialis. Seorang dewasa muda rata-rata tekanan darah normalnya adalah 120/80 mmHg. Jika terjadi penaikkanatau penurunan sebesar 20-30 mmHg atau lebih perlu dikaji kembali apakah orang tersebut mempunyai gangguan dalam sistem sirkulasi darah.

 

 

Tekanan Sistol mmHg Tekanan Diastol mmHg
Normal <120 <80
Prehipertensi 120-139 80-89
Hipertensi grade 1 140-159 90-99
Hipertensi grade 2 >= 160 >=100

 

Nadi (Heart Rate)

 

Denyut nadi merupakan dorongan atau ketukan yang diakibatkan oleh mengembangnya aorta yang mengahasilkan gelombang pada dinding aorta.

 

Irama denyut nadi ada beberapa macam yaitu: irama reguler (jika selang waktu antar denyut sama), irama irreguler, pulsus intermiten (denyut yang mengalami periode irama yang normal kemudian terganggu oleh periode yang tidak teratur). Irama yang normal adalah irama regular.

 

Denyut nadi rata-rata orang dewasa normal 60-100 kali/menit. Takikardi  >100 kali/menit, bradikardi < 60 kali/menit. Pada bayi dan anak 100 – 140 kali/menit tergantung usia.

 

Faktor yang mempengaruhi perubahan kecepatan denyut jantung: emosi, nyeri, aktivitas dan obat-obatan.

 

Lokasi pengukuran denyut nadi, yaitu pada arteri:

  1. Radialis dan ulnaris (Mengkaji pulsus dan status sirkulasi perifer)
  2. Temporalis (Mudah dilakukan pada anak-anak)
  3. Karotid (Digunakan saat lokasi pengukuran lain tidak berhasil ditemukan, saat terjadi syok fisiologis, henti jantung)
  4. Brakialis (Mengkaji status sirkulasi lengan bawah, akuratuntuk bayi atau anak-anak)
  5. Femoralis (Dilakukan saat terjadi henti jantung atau syok,mengkaji status sirkulasi ekstremitas bawah)
  6. Tibialis posterior (Mengkaji status sirkulasi ekstremitas bawah)
  7. Dorsalis pedis (Mengkaji status sirkulasi ekstremitas bawah perifer)

 

Suhu Tubuh (Temperature)

 

Suhu tubuh rata-rata untuk orang dewasa adalah: suhu oral 37, suhu rectal 37,5 dan suhu aksila 36,5 – 37,5 (Potter&Perry, 1997). Faktor yang mempengaruhi pengukuran suhu tubuh : usia, makana, minuman, obat-obatan, cuaca, latihan fisik, hormon dan emosi.

 

Pengaturan suhu tubuh ada di hipotalamus dalam sistem saraf pusat yang terletak dibawah cerebeli. Organ ini memainkan peranan penting sebagai pengaturan panas. Hipotalamus mempunyai dua bagian: hipotalamus anterior untuk mengatur pembuangan panas, dan hipotalamus posterior mengatur upaya penyimpangan panas. Pusat tersebut menjaga agar suhu tetap berkisar 37 C dengan mempertahankan keseimbangan antara panas yang hilang dengan produksi panas yang berasal dari metabolisme.

 

Sedangkan mekanisme untuk menjaga agar suhu tubuh tetap seimbang dilakukan dengan melebarkan darah/vasodilatasi dalam upaya mengeluarkan panas dan menyempitkan pembuluhdarah/vasokonstriksi dalam upaya menahan panas.

 

Pireksia atau demam adalah terjadinya kenaikan suhu tubuh diatas normal dan merupakan gejala umum penyakit. Naiknya suhu tubuh membantu tubuh melawan infeksi. Hiperpireksia terjadi jika suhu > 41 C dan dalam keadaan ini sel-sel otak dapat mengalami kerusakan dan jika suhu > 43C maka individutidak dapat bertahan untuk hidup. Hipotermia adalah kondisi sebaliknya dimana suhu berada dibawah rata-rata normal. Kematian biasanya terjadi apabila suhu turun sampaidibawah 34 C.

 

Pengukuran suhu tubuh dapat dilakukan pada daerah rectal, oral, aksila dan auricular.

 

Laju Pernafasan (Respiratory Rate)

 

Bernafas terdiri dari inspirasi (pengambilan oksigen atau udara luar) dan ekspirasi (pengeluaran CO2 keluar tubuh).

 

Secara normal bernafas dilakukan secara otomatis dan tidak mengeluarkan suara, teratur dan tanpa upaya khusus. Pernafasan yang sulit disebutdyspnea yang ditandai oleh pernafasan cuping hidung dan bernafas menggunakan otot-otot tambahan.

 

Jika suhu badan naik, kecepatan bernafas bertambah karena tubuh berusaha melepasakan diri dari kelebihan panas. Setiap keadaan yang menyebabkan akumulasi CO2 dan kekurangan O2 dalam darah mengakibatkan bertambahnya kecepatan dan kedalaman pernafasan.

 

Nilai normal laju pernafasan 14 – 20 kali/menit pada keadaan istirahat 14-18 kali/menit, pada bayi bisa sampai 44 kali/menit

merupakan cara yang tepat dan efisien dalam memantau kondisi klien atau mengidentifikasi masalah dan mengevaluasi respon klien terhadap intervensi yang diberikan. Pemeriksaan tanda-tanda vital memberikan sebagian keterangan pokok yang memungkinkan disusunnya rencana asuhan keperawatan. Selanjutnya, pemeriksaan tanda-tanda vital ini dilakukan dengan jarak waktu tertentu tergantung pada keadaan umum atau kebutuhan klien. Palpasi dan auskultasi merupakan metode pokok yang digunakan untuk mengetahui tanda-tanda vital.

 

Tekanan Darah (Blood Pressure)

Tekanan darah bersama dengan denyut nadi menunjukan kinerja jantung dan pembuluh darah. Tekanan darah terdiri dari tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik.

 

Tekanan sistolik yaitu tekanan tertinggi pada dinding arteri yang terjadi ketika bilik kiri jantung memompa darah pertama kali melalui katup aorta yang terbuka kedalam aorta, dan tekanan diastolic yaitu tekanan yang minimal terhadap dinding arteri, satuan tekanan darah adalah millimeter air raksa (mmHg).

 

Pengukuran tekanan darah yang umum menggunakan metode yang menggunakan manset yang disambungkan ke sfigmanometer. Mekanisme metode ini adalah dengan mendengarkan bunyi koroktoff  pada dinding arteri brakhialis dengan menggunakan stetoskop. Bunyi koroktoff sendiri adalah bunyi gelombang sel-sel darah yang dipompa (saat sistolik) oleh jantung dan mengenai dinding arteri maka timbul bunyi “dug..dug”

 

Faktor-faktor yang menentukan tekanan darah : tolakan peripheral, gerakan memompa jantung, volume darah, kekentalan darah, elastisitas dinding pembuluh darah. Faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya tekanan darah pada orang yangsehat ialah : usia, jenis kelmin, aktivitas, dan emosi.

 

Pengkuran tekanan darah secara umum dilakukan pada daerah arteri brakialis dan tibialis. Seorang dewasa muda rata-rata tekanan darah normalnya adalah 120/80 mmHg. Jika terjadi penaikkanatau penurunan sebesar 20-30 mmHg atau lebih perlu dikaji kembali apakah orang tersebut mempunyai gangguan dalam sistem sirkulasi darah.

 

 

Tekanan Sistol mmHg Tekanan Diastol mmHg
Normal <120 <80
Prehipertensi 120-139 80-89
Hipertensi grade 1 140-159 90-99
Hipertensi grade 2 >= 160 >=100

 

Nadi (Heart Rate)

 

Denyut nadi merupakan dorongan atau ketukan yang diakibatkan oleh mengembangnya aorta yang mengahasilkan gelombang pada dinding aorta.

 

Irama denyut nadi ada beberapa macam yaitu: irama reguler (jika selang waktu antar denyut sama), irama irreguler, pulsus intermiten (denyut yang mengalami periode irama yang normal kemudian terganggu oleh periode yang tidak teratur). Irama yang normal adalah irama regular.

 

Denyut nadi rata-rata orang dewasa normal 60-100 kali/menit. Takikardi  >100 kali/menit, bradikardi < 60 kali/menit. Pada bayi dan anak 100 – 140 kali/menit tergantung usia.

 

Faktor yang mempengaruhi perubahan kecepatan denyut jantung: emosi, nyeri, aktivitas dan obat-obatan.

 

Lokasi pengukuran denyut nadi, yaitu pada arteri:

  1. Radialis dan ulnaris (Mengkaji pulsus dan status sirkulasi perifer)
  2. Temporalis (Mudah dilakukan pada anak-anak)
  3. Karotid (Digunakan saat lokasi pengukuran lain tidak berhasil ditemukan, saat terjadi syok fisiologis, henti jantung)
  4. Brakialis (Mengkaji status sirkulasi lengan bawah, akuratuntuk bayi atau anak-anak)
  5. Femoralis (Dilakukan saat terjadi henti jantung atau syok,mengkaji status sirkulasi ekstremitas bawah)
  6. Tibialis posterior (Mengkaji status sirkulasi ekstremitas bawah)
  7. Dorsalis pedis (Mengkaji status sirkulasi ekstremitas bawah perifer)

 

Suhu Tubuh (Temperature)

 

Suhu tubuh rata-rata untuk orang dewasa adalah: suhu oral 37, suhu rectal 37,5 dan suhu aksila 36,5 – 37,5 (Potter&Perry, 1997). Faktor yang mempengaruhi pengukuran suhu tubuh : usia, makana, minuman, obat-obatan, cuaca, latihan fisik, hormon dan emosi.

 

Pengaturan suhu tubuh ada di hipotalamus dalam sistem saraf pusat yang terletak dibawah cerebeli. Organ ini memainkan peranan penting sebagai pengaturan panas. Hipotalamus mempunyai dua bagian: hipotalamus anterior untuk mengatur pembuangan panas, dan hipotalamus posterior mengatur upaya penyimpangan panas. Pusat tersebut menjaga agar suhu tetap berkisar 37 C dengan mempertahankan keseimbangan antara panas yang hilang dengan produksi panas yang berasal dari metabolisme.

 

Sedangkan mekanisme untuk menjaga agar suhu tubuh tetap seimbang dilakukan dengan melebarkan darah/vasodilatasi dalam upaya mengeluarkan panas dan menyempitkan pembuluhdarah/vasokonstriksi dalam upaya menahan panas.

 

Pireksia atau demam adalah terjadinya kenaikan suhu tubuh diatas normal dan merupakan gejala umum penyakit. Naiknya suhu tubuh membantu tubuh melawan infeksi. Hiperpireksia terjadi jika suhu > 41 C dan dalam keadaan ini sel-sel otak dapat mengalami kerusakan dan jika suhu > 43C maka individutidak dapat bertahan untuk hidup. Hipotermia adalah kondisi sebaliknya dimana suhu berada dibawah rata-rata normal. Kematian biasanya terjadi apabila suhu turun sampaidibawah 34 C.

 

Pengukuran suhu tubuh dapat dilakukan pada daerah rectal, oral, aksila dan auricular.

 

Laju Pernafasan (Respiratory Rate)

 

Bernafas terdiri dari inspirasi (pengambilan oksigen atau udara luar) dan ekspirasi (pengeluaran CO2 keluar tubuh).

 

Secara normal bernafas dilakukan secara otomatis dan tidak mengeluarkan suara, teratur dan tanpa upaya khusus. Pernafasan yang sulit disebutdyspnea yang ditandai oleh pernafasan cuping hidung dan bernafas menggunakan otot-otot tambahan.

 

Jika suhu badan naik, kecepatan bernafas bertambah karena tubuh berusaha melepasakan diri dari kelebihan panas. Setiap keadaan yang menyebabkan akumulasi CO2 dan kekurangan O2 dalam darah mengakibatkan bertambahnya kecepatan dan kedalaman pernafasan.

 

Nilai normal laju pernafasan 14 – 20 kali/menit pada keadaan istirahat 14-18 kali/menit, pada bayi bisa sampai 44 kali/menit

Daftar updet via email GRATIS

Ingin mendapatkan updet artikel terbaru Hanif Blog lebih dahulu dari yang lain? Daftar saja disini:

Jangan lupa konfirmasi pendaftaran di emailmu

Leave a Reply to this Post

DMCA.com
Design Tricks-Collections